Jumat, 18 Oktober 2019

MPAB Ke XIX Kita Wujudkan Generasi Berkulitas Berdasarkan Jati   Diri KMHDI


Bertempat di Aula Student Centre IAHN-TP Palangkaraya, PC KMHDI Palangkaraya melaksanakan kegiatan kaderisasi wajib dalam KMHDI atau yang sering disebut Masa Penerimaan  Anggota  Baru (MPAB) adapun kegiatan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 18 s.d 19 Oktober 2019.

Setelah  melewati  beberapa hal dan  kendala terkait dana akhirnya  PC KMHDI Palangkaraya kembali  melaksanakan kegiatan MPAB Ke XIX. Pembukaan kegiatan MPAB  ini dibuka langsung oleh Bapak Drs Renson M. Si  selaku Staf Ahli  Walikota Palangkaraya, adapun tema kegiatan yang MPAB kali ini yaitu, "Melalui MPAB ke XIX Kita Wujudkan Generasi Berkulitas Berdasarkan Jati Diri KMHDI".

Untuk data peserta sementara yang terdaftar  saat ini sebanyak 158 orang dari berbagai perguruan tinggi yang ada di kota Palangkaraya seperti, Akademik Kebidanan Bentang Asi, IAHN-TP, Universitas Palangkaraya, Universitas Muhammadiyah, UNKRIP, STIKES, dan  STIMIK, untuk hari pertama para peserta mengikuti kegiatan dengan dua materi yaitu Sejarah KMHDI   dan penjelasan atas Purwaka AD/ART KMHDI.

Besar harapan  PC KMHDI Palangkaraya Kegiatan MPAB Ke XIX  ini dapat berjalan sukses dan lancar, bagi calon kader yang sudah terdaftar mengikuti kegiatan MPAB diharapkan dapat mengikuti kegiatan dari awal samapai akhir kegiatan bahkan bukan hanya mantap  di  kegiatan MPAB saja tetapi mengikuti proses tahap-tahap selajutnya yang ada di KMHDI sehingga  nanti benar-benar menjadi kade berkulitas berdasarkan jati diri  KMHDI.


Sabtu, 21 September 2019

BENTUK PANITIA MPAB PC KMHDI PALANGKARAYA SEGERA MELAKSANAKAN MPAB KE XlX

 

Jumat, 20 September 2019 Pimpinan Cabang Ktesatuaan Mahasiswa  Hindu Dharma Indonesia kota Palangkaraya Megadakan rapat bersama seluruh  kader dan pengurus  di Sekretariat Kmhdi Kalteng jl G. Obos VIII kota Palangkaraya. 

Agenda rapat yang dibahas yaitu pemilihan ketua panitia sekaligus pembentukan anggota panitia, (MPAB)  masa Penerimaan  Anggota  baru ke XlX Pc Kmhdi Palangkaraya. Masa penerimaan anggota baru merupakan kaderisasi wajib dalam tantanan kaderisasi  di Kmhdi atau gerbang calon kader bisa disebut sebagai  kader nantinya di Kmhdi.   dalam rapat ini, Ida ayu sri gayatri  terpilih sebagai ketua panitia,  I kedek septiana terpilih sebagi seketaris dan santi terpilih sebagai bendaraha MPAB ke XIX. Pada kesempatan yang sama ketua panitia langsung membentuk tujuh bidang kordinator  yaitu,  Kordinator bidang acara, Sekretariat, perlengkapan, keamanan, usaha dana, kosumsi dan  terakhir dokumentasi. dengan dibentuknya tujuh bidang kordinator diharapkan dapat  membantu dan meyukseskan  kegiatan pelaksanaan MPAB ke XIX  Pc Kmhdi Palangkaraya. 


Ketua PC KMHDI kota Palangkaraya  Yongki Agustar, mengatakan dalam waktu dekat  Pc Kmhdi Palangkaraya  akan segera melaksanaan MPAB ke XlX. Meskipun kondisi cuaca yang tidak begitu bersahabat seperti kabut asap di  beberapa wilayah kalteng khususnya kota palangkaraya  saat ini namun tidak menghalangi Pc Kmhdi  Palangkaraya untuk melaksanakan MPAB ke XIX. 



Kamis, 19 September 2019

POLEMIK PETANI DI KALIMANTAN TENGAH

Berhubungan dengan hari tani tepatnya  pada tanggal 24 September yang akan datang  pengurus PC KMHDI PALANGKARAYA mengadakan  rapat kajian terkait polemik-polemik tani yang ada di kalimantan tengah.


Mengingat Sebagian masyarakat di kalimantan tenggah, khususnya yang tinggal  di pedalaman banyak yang berprofesi Sebagai petani berladang dan apa yang telah kita ketahui bahwa selama ini. para petani  di kalimantan tenggah banyak  mengeluh karna tidak ada solusi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. terkait ladang yang mereka dirikan  sementara itu pemerintah melarang masyarakat untuk mendirikan ladang karna dianggap dapat meyebabkan kebakaran hutan dan lahan. jika dilihat seperti sekarang ini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kota palangkaraya bukan karena berladang namun ada hal lain yang meyebabkan kebakaran hutan dan lahan.  jika terjadi kebakaran hutan dan lahan petani selalu menjadi imbas dan disalahkan oleh pemerintah pedahal petani banyak berladang di daerah pedalaman-pedalaman dan jika mendirikan ladang lahan yg digunakan kurang lebih 1-3 hektar bahkan lahan yang telak dibakar untuk berladang bisa digunakan kembali untuk bertani  terkait pembakaran lahan petani di kalimantan tengah punya sistem gotong royong dan tidak meninggalkan lahan begitu saja pada saat membakar lahan memastikan api benar-benar mati. 

Maka dari itu Pc Kmhdi Palangkaraya melakukan rapat dan kajian-kajian terkait polemik petani yang ada di kalimantan tengah. Adapun hasil dari rapat

1.Petani Perlu Perlindungan Hukun

2.Konflik Agraria

3.Tentang HAM Bagi Petani

4.Jaminan Bagi Petani

5.Fasilitas Para Petani

6.Ketahanan Pangan PEMDA Kota Palangkaraya


Dan dalam waktu dekat  PC KMHDI Palangkaraya berencana akan melakukan  aksi turun kejalan Meyuarakan suara dan hak-hak para petani yang ada di kalimantan tengah.