Sabtu, 21 September 2019
Kamis, 19 September 2019
POLEMIK PETANI DI KALIMANTAN TENGAH
Berhubungan dengan hari tani tepatnya pada tanggal 24 September yang akan datang pengurus PC KMHDI PALANGKARAYA mengadakan rapat kajian terkait polemik-polemik tani yang ada di kalimantan tengah.
Mengingat Sebagian masyarakat di kalimantan tenggah, khususnya yang tinggal di pedalaman banyak yang berprofesi Sebagai petani berladang dan apa yang telah kita ketahui bahwa selama ini. para petani di kalimantan tenggah banyak mengeluh karna tidak ada solusi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. terkait ladang yang mereka dirikan sementara itu pemerintah melarang masyarakat untuk mendirikan ladang karna dianggap dapat meyebabkan kebakaran hutan dan lahan. jika dilihat seperti sekarang ini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kota palangkaraya bukan karena berladang namun ada hal lain yang meyebabkan kebakaran hutan dan lahan. jika terjadi kebakaran hutan dan lahan petani selalu menjadi imbas dan disalahkan oleh pemerintah pedahal petani banyak berladang di daerah pedalaman-pedalaman dan jika mendirikan ladang lahan yg digunakan kurang lebih 1-3 hektar bahkan lahan yang telak dibakar untuk berladang bisa digunakan kembali untuk bertani terkait pembakaran lahan petani di kalimantan tengah punya sistem gotong royong dan tidak meninggalkan lahan begitu saja pada saat membakar lahan memastikan api benar-benar mati.
Maka dari itu Pc Kmhdi Palangkaraya melakukan rapat dan kajian-kajian terkait polemik petani yang ada di kalimantan tengah. Adapun hasil dari rapat
1.Petani Perlu Perlindungan Hukun
2.Konflik Agraria
3.Tentang HAM Bagi Petani
4.Jaminan Bagi Petani
5.Fasilitas Para Petani
6.Ketahanan Pangan PEMDA Kota Palangkaraya
Dan dalam waktu dekat PC KMHDI Palangkaraya berencana akan melakukan aksi turun kejalan Meyuarakan suara dan hak-hak para petani yang ada di kalimantan tengah.
Senin, 16 September 2019
Langganan:
Postingan (Atom)


