Kamis, 19 September 2019

POLEMIK PETANI DI KALIMANTAN TENGAH

Berhubungan dengan hari tani tepatnya  pada tanggal 24 September yang akan datang  pengurus PC KMHDI PALANGKARAYA mengadakan  rapat kajian terkait polemik-polemik tani yang ada di kalimantan tengah.


Mengingat Sebagian masyarakat di kalimantan tenggah, khususnya yang tinggal  di pedalaman banyak yang berprofesi Sebagai petani berladang dan apa yang telah kita ketahui bahwa selama ini. para petani  di kalimantan tenggah banyak  mengeluh karna tidak ada solusi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. terkait ladang yang mereka dirikan  sementara itu pemerintah melarang masyarakat untuk mendirikan ladang karna dianggap dapat meyebabkan kebakaran hutan dan lahan. jika dilihat seperti sekarang ini kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kota palangkaraya bukan karena berladang namun ada hal lain yang meyebabkan kebakaran hutan dan lahan.  jika terjadi kebakaran hutan dan lahan petani selalu menjadi imbas dan disalahkan oleh pemerintah pedahal petani banyak berladang di daerah pedalaman-pedalaman dan jika mendirikan ladang lahan yg digunakan kurang lebih 1-3 hektar bahkan lahan yang telak dibakar untuk berladang bisa digunakan kembali untuk bertani  terkait pembakaran lahan petani di kalimantan tengah punya sistem gotong royong dan tidak meninggalkan lahan begitu saja pada saat membakar lahan memastikan api benar-benar mati. 

Maka dari itu Pc Kmhdi Palangkaraya melakukan rapat dan kajian-kajian terkait polemik petani yang ada di kalimantan tengah. Adapun hasil dari rapat

1.Petani Perlu Perlindungan Hukun

2.Konflik Agraria

3.Tentang HAM Bagi Petani

4.Jaminan Bagi Petani

5.Fasilitas Para Petani

6.Ketahanan Pangan PEMDA Kota Palangkaraya


Dan dalam waktu dekat  PC KMHDI Palangkaraya berencana akan melakukan  aksi turun kejalan Meyuarakan suara dan hak-hak para petani yang ada di kalimantan tengah. 




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar